Wednesday

Gelandangan Bersuara Emas

Sudah banyak orang berbakat yang ditemukan oleh internet. Mereka merekam videonya yang menunjukkan bakatnya lalu video itu di-upload ke website jejaring video seperti Youtube. Setelah itu, tunggu peruntungan yang mungkin tak perlu menunggu terlalu lama. Justin Bieber, misalnya, remaja ini kini sudah menemukan kebintangannya di industri musik gara-gara ia meng-upload videonya yang menunjukkan kemampuan luar biasanya dalam menyanyi. Lalu sebuah perusahaan rekaman mengontraknya.


Banyak cerita seperti itu, termasuk cerita mantan penyiar radio Ted Williams (54 tahun). Industri radio mengalami masa tidak mengenakkan dalam beberapa dekade belakangan karena kemunculan televisi dan internet. Banyak radio tutup dan tentu saja sejumlah penyiar tercerabut mata pencahariannya. Demikian juga dengan Ted Williams. Sayangnya, Ted tak berhasil menemukan mata pencaharian baru. Nasibnya terpuruk hingga ia hidup menggelandang bertahun-tahun.


Pekan ini, nama Ted menghebohkan dunia maya. Awalnya Ted yang merasa memiliki bakat alam dalam suaranya yang "ngebas", menawarkan jasa di lampu merah pada pengendara mobil yang berhenti. Ia meminta satu dolar untuk bicara bak penyiar radio sambil mementeng kardus bertuliskan "Saya memiliki suara yang diberkati Tuhan. Saya adalah mantan penyiar radio yang jatuh ke masa-masa sulit. Saya sangat menghargai segala bentuk bantuan yang Anda berikan. Terima Kasih. Tuhan memberkati".




Koran The Dispatch Colombus, tertarik menuliskan kisahnya dan ingin mendengar langsung suaranya. Maka seorang wartawan merekamnya dalam format video. "Mau satu dolar?" kata wartawan itu ketika melihat Ted. Ted mendekati dan segera bicara bak penyiar radio kenamaan dengan suaranya yang memang oke itu. Video itu kemudian di-upload ke website koran itu. Ratusan ribu orang terpikat dengan aksi Ted. Mereka pun menamai Ted sebagai seseorang yang dikaruniai suara emas. Tak hanya itu mereka juga mencari dukungan agar Ted yang malang ini segera mendapatkan pekerjaan.


Ted yang tinggal di Columbus, Ohio, Amerika Serikat ini akhirnya populer. Ia diliput berbagai media termasuk berbagai stasiun televisi. Ted muncul di TV beberapa kali dan videonya tersebar di berbagai situs internet. Apakah Ted berhasil menemukan pekerjaannya dan terangkat nasibnya dari gelandangan?


Ted ternyata tak hanya mendapatkan tawaran pekerjaan, ia bahkan diperebutkan berbagai stasiun radio yang ingin merekrutnya jadi karyawan tetap. "(Klub basket) The Cleveland Cavaliers menawarkan saya pekerjaan penuh dan sebuah rumah," kata Ted mengenai tawarannya untuk jadi announcer. Namun klub basket NBA itu masih harus bersaing dengan MTV yang juga menginginkan Ted jadi seorang host. Ia juga ditawari pekerjaan oleh ESPN, NFL Films, dan sebagainya.

Selain itu Ted juga sibuk diwawancarai berbagai media, termasuk acara talkshow di televisi yang menarik minat banyak orang. Malam tadi (5 Januari 2011), hanya 24 jam sejak videonya ditayangkan di internet, Ted tampil di TV CBS. Ia tak gondrong lagi seperti di lampu merah tempo hari. Ia kini tampil dengan rambut pendek yang rapi dan berdasi serta dibalut sweater yang membuat banyak orang tak menyangka jika ia sehari kemarin masih jadi gelandangan. Internet telah membawa seorang gelandangan berbakat menjadi bintang dalam waktu semalam! Ted akhirnya memilih bekerja di The Cleveland Cavaliers. Disebut-sebut ia mendapatkan gaji US$ 10.000 atau sekitar Rp 90 juta. Luar Biasa!!

http://diary-gila-ronney.blogspot.com/2011/01/gelandangan-bersuara-emas.html

Anda adalah Apa yang Anda Pikirkan

Dikisahkan, seorang ibu muda memiliki 2 orang putra. Sayangnya si putra bungsu mengalami pertumbuhan kemampuan berpikir yang lamban, tidak memiliki kecerdasan seperti sang kakak. Jadilah dia anak yang pemalu, rendah diri dan sering dilecehkan oleh teman2 di sekolahnya.


Tugas sebagai ibu merangkap tulang punggung keluarga, membuatnya kelelahan, sehingga kelambanan si bungsu pun sering menjadi sasaran kemarahan dan kejengkelannya. Kata-kata kasar, seperti: "dasar anak bodoh" dan sejenisnya seolah menjadi santapan sehari-hari buat si bungsu.




Ucapan sang ibu maupun ejekan dari teman-teman, meyakinkan si bungsu bahwa dirinya anak yang menyusahkan dan memalukan keluarganya. Kekecewaan terhadap diri sendiri tercermin pada kegiatan yang dilakukan dari hari ke hari. Setiap bangun pagi, saat menatap wajah sendiri dari pantulan kaca cermin, dia memulai kegiatan dengan menyapa diri yang ada di cermin sambil berucap lirih dan sedih, "Si bodoh sedang mencuci muka", "Si bodoh mulai menyikat gigi," "Si bodoh lagi mandi," "Si bodoh berangkat ke sekolah," dan seterusnya.


Waktu terus berjalan ...
Diceritakan, sebagai warga negara dewasa, ada wajib militer yang harus dijalani. Maka, si putra bungsu ini pun mendaftar dan mulai mengikuti berbagai tes: tes kesehatan, tes kemampuan fisik, dan tes yang lain. Saat hari pengumuman, dia dipanggil menghadap ke dewan penguji.


"Ah... Aku si bodoh, bisakah lolos tes kali ini?" katanya dalam hati, sambil memasuki ruangan dengan kepala tertunduk. Sungguh tidak diduga sama sekali, hasil tesnya ternyata mendapat pujian tertinggi dari dewan penguji. "Selamat anak muda! Hasil tes Anda luar biasa!! Anda sungguh pemuda yang hebat dan berbakat." Mendapat pujian seperti itu, dia seolah tidak mempercayai telinganya sendiri. Kata-kata dewan penguji adalah penemuan sisi baru dirinya yang tidak diketahui sebelumnya. Suara itu terus bergema di pikirannya, menumbuhkan kebanggaan, memotivasi setiap sikap dan tindakannya yang mencerminkan bahwa dirinya orang hebat dan luar biasa. Mulailah siklus hariannya berubah, "Aku, orang hebat sedang mandi," "Si hebat mencuci muka," "Pemuda berbakat lagi mengosok gigi," dan seterusnya. Kepercayaan diri dan citra dirinya meningkat luar biasa.




Hingga20 tahun kemudian, si bungsu membuktikan dirinya sebagai salah seorang pengusaha sukses yang disegani, dihormati, dan menerima banyak penghargaan.


Pola pikir dan keyakinan adalah kekuatan di belakang sistem sukses yang ada di dalam diri kita. Apapun yang kita bayangkan dan kita yakini terus menerus dalam benakkita, pada akhirnya akan terwujud dalam kenyataan. Itulah hukum pikiran universal yang berlaku.


Kalau kita selalu berkata: "Mana mungkin aku bisa sukses?", "Aku sulit berhasil," maka kecenderungan sikap mental seperti itu akan disusul oleh kenyataan berupa kegagalan. Sebaliknya kalau kita berkata pada diri sendiri, "Aku bisa sukses, "Aku mampu," besar kemungkinan kita akan berusaha keras dengan berbagai cara sehingga kesuksesan bisa diraih persis seperti yang diyakini dan kita pikirkan.


Jadi tepat sekali ungkapan yang mengatakan YOU ARE WHAT YOU THINK. Anda adalah seperti apa yang Anda pikirkan! Mari, miliki citra diri yang sehat! Miliki keyakinan diri yang mantap!

http://diary-gila-ronney.blogspot.com/2011/01/anda-adalah-apa-yang-anda-pikirkan.html

Berat Segelas Air

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey (penulis buku laris asal AS) mengangkat segelas air dan bertanya pada para siswanya, "Seberapa berat menurut Anda, segelas air ini?"


Para siswa menjawab mulai dari angka 200 gram sampai 500 gram.


"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya," kata Covey. "Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya!"


"Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya," lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".




Seberat apapun beban hidup yang kita miliki, kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Apapun beban yang ada di pundak kita hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa, setelah istirahat nanti dapat diambil lagi..


HIDUP INI SINGKAT, jadi cobalah menikmati dan manfaatkan. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
Tiny Finger Point Hand With Heart